Kapasitas Pembangkit Jawa-Bali Ditingkatkan hingga 2.800 MW

Koran SINDO, Jurnalis
Kamis 27 Juni 2019 08:37 WIB
Pembangkit Listrik (Ilustrasi: Reuters)
Share :

Satu unit di wilayah Banyuwangi, satu unit di Gilimanuk, dan dua unit di Perairan Selat Bali. Menurut Nyoman, rencana pembangunan interkoneksi dengan empat menara itu merupakan opsi paling memungkinkan setelah usulan awal, yakni membuat dua menara raksasa setinggi 376 meter ditolak Pemerintah Provinsi Bali dan masyarakat setempat karena dianggap akan mengganggu kesakralan tempat ibadah di daerah Gilimanuk.

Adapun terkait pelaksanaan pembangunan proyek tersebut masih menunggu hasil stu di yang diperkirakan rampung tahun depan. “Kemungkinan ba ru akan dilakukan pengerjaan tahun 2021-2024,” kata Nyoman.

Pembangkit Nonfosil

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali menginginkan pengembangan energi listrik ramah lingkungan untuk memenuhi kebutuhan di ma sa mendatang. Oleh karena itu, ke depan pembangkit listrik di Bali tidak akan menggunakan bahan bakar berbasis fosil.

“Minggu lalu, kami rapat dengan Pemprov Bali, intinya Bali ingin listrik yang diproduksi berasal dari energi bersih. Bali juga ingin mandiri secara energi dengan memenuhi kebutuhan listrik dari pembangkit yang ada di Bali,” ungkap Iwan.

Merespons keinginan tersebut, kata Iwan, pembangkit yang memungkinkan dikembangkan adalah menggunakan energi terbarukan atau gas yang notabene lebih bersih dibandingkan batu bara atau minyak.

“Itu (energi baru terbarukan dan gas) yang akan diutamakan. Ada juga yang bisa seperti pembangkit tenaga bayu atau panas bumi, tapi itu potensinya kecil di sini,” kata Iwan. Dia menambahkan, untuk memenuhi pasokan listrik di Pulau Bali yang bisa dilakukan adalah dengan mempercepat pro yek sistem interkoneksi Jawa-Bali.

Langkah ini, kata Iwan, merupakan cara paling optimal mengantisipasi pertumbuhan permintaan listrik dalam jangka panjang. Sementara itu, PLN Unit Induk Distribusi (UID) Bali menargetkan pertumbuhan kelistrikan sebesar 6% sepanjang tahun ini.

Untuk itu, PLN terus memaksimalkan pelayanan kepada pelanggan di Pulau Dewata. Saat ini total kapasitas daya PLN UID Bali mencapai 1.274 megawatt (MW). Adapun beban puncaknya sebesar 900,1 MW dengan jumlah pelanggan 1,4 juta sambungan.

(Feby Novalius)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya