“Tetap di bidang skill kita kekurangan guru, kita kekurangan tenaga kesehatan, terutama bidan, perawat, dokter, untuk mengisi puskesmas. tetep itu yang menjadi tetap banyak,” ucapnya.
Selain itu, pemerintah juga akan membuka lowongan di bidang infrastruktur. Mengingat pada tahun ini dan tahun depan pemerintah akan kembali fokus pada pembangunan infrastruktur.
Namun yang pasti lanjut Syafruddin, pada tahun ini pemerintah akan memprioritaskan tenaga ahli dan skill. Sementara tenaga yang sifatyna adminsitratif akan dikurangi formasinya.
“Kemudian kebutuhan-kebutuhan di bidang Infrastruktur juga kepentingan-kepentingan yang lebih menjurus pada skill. Tenaga administratif akan kita kurangi,” jelasnya.
(Dani Jumadil Akhir)