JAKARTA - Kementerian Ketenagakerjaan dan Plan International Indonesia menandatangani kesepakatan bersama untuk mengembangkan sistem pelatihan digital inklusif berbasis kompetensi untuk tenaga kerja muda.
"Kerja sama ini memungkinkan dukungan sistem pembelajaran digital untuk program pelatihan berbasis kompetensi di balai latihan kerja (BLK), kami berharap dapat meningkatkan akses kaum muda pada pelatihan," kata Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan RI Bambang Satrio Lelono melansir laman antaranews, Jakarta, Kamis (4/7/2019).
Baca juga: Robot Ambil Alih 20 Juta Pekerjaan pada 2030
Kemitraan untuk mengembangkan sistem pelatihan digital itu diharapkan dapat mendukung penyiapan tenaga siap kerja dan mengurangi angka pengangguran di kalangan kaum muda.
Tingkat pengangguran pada kaum muda usia 15-24 tahun sebesar 19,68 persen, lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat pengangguran nasional sebesar 5,13 persen menurut data Badan Perencanaan Pembangunan Nasional pada 2018. Sementara itu, kebutuhan akan tenaga kerja terampil meningkat rata-rata 3,2 juta pekerja tiap tahun.
Baca juga: Darurat Tenaga Kerja, Jepang Butuh 345.000 Pekerja Asing
"Tujuan kerja sama ini adalah untuk masifikasi pelatihan karena kebutuhan tenaga kerja terampil kita kan sangat banyak sementara kapasitas BLK itu terbatas. Oleh karena itu, kami cari terobosan baru bahwa pelatihan juga didukung sistem digitalisasi agar siapapun di mana pun juga bisa mengakses pelatihan vokasi," kata Bambang.
Kemitraan dengan Plan International Indonesia akan mendukung pengembangan pelatihan vokasi di balai latihan kerja melalui sistem digital sehingga dapat memberikan akses yang lebih luas bagi masyarakat untuk mengikuti pelatihan dari manapun dan kapan pun.