Memang turun dari posisi Mei 2019 yang defisit sebesar USD977,8 juta. Terdiri dari nilai minyak mentah defisit USD477,5 juta dan hasil minyak defisit USD1,12 miliar. Namun gas tercatat surplus USD621,9 juta.
Baca Juga: Ekspor Loyo, Neraca Perdagangan Juni 2019 Surplus USD200 Juta
Darmin pun optimistis neraca perdagangan Indonesia kedepannya bisa berlanjut surplus, ditengah kondisi perekonomian global yang masih bermasalah, seperti pada sektor perdagangan dan keuangan global yang sedang tertekan.
"Memang situasi (ekonomi global) sedang tidak bagus. Meski begitu kan, secara total neraca perdagangan masih surplus, walaupun ekspor turun. Meski surplus enggak banyak tapi itu menunjukkan tedensi surplus akan berlanjut," jelas dia.
(Dani Jumadil Akhir)