SECERCAH harapan pelaku UMKM di sektor Pariwisata mulai terwujud di Banyuwangi, Jawa Timur, seiring hadirnya terobosan baru yang semakin memudahkan tersalurnya pembiayaan bagi usaha di bidang wisata. Program tersebut diberi label Penyaluran KUR Sektor Pariwisata dan Implementasi Keuangan Inklusif yang digagas dan disiapkan dibawah komando Kementerian Koordinator Perekonomian Republik Indonesia.
Program Penyaluran KUR Pariwisata ini merupakan bagian dari proses pengembangan sektor pariwisata nasional yang ditetapkan sebagai leading sector pertumbuhan ekonomi nasional oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).
Acara simbolis sebagai tanda diluncurkannya Program Penyaluran KUR Pariwisata tersebut dilaksanakan di Pendopo Shaba Swagata, Blambangan, Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (19 Juli 2019). Acara ini dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yang diwakilkan oleh Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono, Bupati Kabupaten Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.
Hadir pula pada kesempatan yang sama VP Divisi Bisnis Usaha Kecil 2 Sunarna Eka Nugraha, para perwakilan bank-bank Himbara, perusahaan penjamin dan BUMN lain, serta ratusan pelaku di bidang pariwisata dari Banyuwangi dan sekitarnya.
Aktivitas tersebut digelar dengan semangat untuk memotivasi para pelaku di bidang wisata agar tidak khawatir untuk terus mengelola dan mengembangkan usahanya. Mereka tidak perlu takut akan kekurangan sumber pembiayaan untuk memperkuat pengelolaan usaha di kawasan wisata karena BNI dan perbankan nasional lainnya telah siap menyalurkan KUR dengan mekanisme yang lebih memudahkan bagi para pelaku UMKM.