"Jadi penurunan itu sekitar 450-540 ribu ton, itu tergantung shifting antara apakah domestik mandeg atau ekspor yang lebih turun. Kita tidak bisa ngeramal," ungkap dia.
Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Musdhalifah Machmud menjelaskan, Indonesia memiliki perkebunan karet dengan luas yang mencapai 3,66 juta ha pada tahun 2017. Luasan tersebut memberikan kontribusi produksi sebesar 3,68 juta ton dan produktivitas 1,19 ton/ha.
"Perkebunan karet Indonesia didominasi oleh perkebunan rakyat (85%) dan menciptakan lapangan kerja bagi 2,5 juta KK dengan rata-rata luas kepemilikan 1,25 ha. Karet merupakan salah satu andalan ekspor yang berkontribusi besar terhadap devisa negara. Volume ekspor mencapai 2,99 juta ton dengan nilai USD5,10 miliar," ungkap dia.
(Feby Novalius)