Halim menilai, hal ini juga didorong karena sejalan dengan kebijakan pemerintah lewat program satu juta rumah.
"Untuk KPR dan KPA bisa lebih cepat. Karena itu juga lebih menarik dan ini buat bank secure karena ada agunannya," ungkapnya.
Dia juga menilai untuk sektor tekstil juga akan mengalami penurunan lebih cepat. "Sektor yang tidak banyak penggemarnya, memang mungkin akan lebih sensitif untuk turun duluan," lanjut dia.
Sementara itu untuk sektor pertambangan dan perkebunan, dinilai akan lebih sulit untuk mengalami penurunan suku bunga secara cepat. Sebeb kedua sektor itu memang masih berkaitan dengan risiko ekonomi global.
"Lalu sektor yang kompetitif seperti konsumer, itu perbankan akan mempertahankan. Suku bunganya tidak terlalu banyak berubah," katanya.
(Dani Jumadil Akhir)