JAKARTA - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) membangun Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) secara khusus untuk memenuhi kebutuhan listrik Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta. Hal ini sekaligus mengantisipasi terjadinya pemadaman listrik seperti pada Minggu 4 Agustus 2019.
Baca Juga: Revisi Aturan, Kompensasi Mati Listrik Bisa Naik dari 30% Jadi 100%
Pembangkit yang dibangun di Senayan, Jakarta itu memiliki kapasitas listrik sebesar 101 megawatt (MW) yang dibangun di atas tanah seluas 27.000 meter persegi (m2). MRT Jakarta saat ini memiliki kontrak pasokan listrik sebesar 60 MW per hari.
Dalam kesempatan mengunjungi PLTD Senayan, Direktur Regional Jawa Barat Banten PLN Haryanto W.S. menjelaskan, pembangunan konstruksi sudah belangsung sejak Juni 2018 lalu. Dengan membutuhkan 15 bulan waktu pembangunan, ditargetkan proyek ini selesai sebelum Hari Listrik Nasional yang jatuh pada 27 Oktober 2019.
Baca Juga: Ombudsman Sebut Kompensasi yang Diberikan PLN Terlalu Kecil
"Saat ini progres pembangunannya sudah 95%. Jadi PLTD Senayan ini khusus untuk backup kebutuhan listrik MRT Jakarta," jelasnya di PLTD Senayan, Jakarta, Kamis (8/8/2019).
Jika pembangunan selesai, maka pada akhir Oktober 2019 MRT Jakarta memiliki satu pembangkit pasokan utama listrik dan dua pembangkit cadangan. Pasokan listrik utama berasal dari Subsistem Gandul-Muara Karang melalui Gardu Induk PLN Pondok Indah.