JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani bertemu dengan Raeni. Raeni merupakan sosok yang sempat viral karena merupakan anak seorang tukang becak dan lulus dengan cumlaude dari Universitas Negeri Semarang (Unnes).
Raeni datang ke wisuda dengan becak dikemudikan sang ayah yang bekerja sebagai pengayuh becak.
Pertemuan Sri Mulyani dengan Raeni ini diposting dalam akun Facebook resminya seperti dikutip Okezone, Jakarta, Kamis (8/8/2019).
Baca Juga: Raeni, Anak Tukang Becak yang Berhasil Tempuh S-3 di Inggris
Dalam video berdurasi 2 menit 19 detik ini, Sri Mulyani yang memakai baju putih ini melakukan wawancara dengan Raeni. Sri Mulyani bertanya apa yang menjadi niat dan tekad Raeni hingga berhasil seperti ini.
"Coba ceritakan sedikit tentang apa yang menjadi niat dan tekad kamu," tanya Sri Mulyani.
"Pertama untuk memutus mata rantai kemiskinan. Saya ingin menjadi seorang peneliti yang profesional dan ikut serta mencerdaskan generasi penerus bangsa ini," jawab Raeni yang memakai jilbab berwarna biru ini.
"Sekarang S3nya ngambil apa sekarang," tanya Sri Mulyani.
"S3nya, riset saya tentang sustainable development goals green financial instruments climate change issues," kata Raeni.
Baca Juga: Raeni, Wisudawan Terbaik Unnes & Becak Sang Ayah
Berikut postingan lengkap Sri Mulyani yang menunjukkan rasa bangganya kepada Raeni.
Hari Senin yang lalu saya bertemu dengan Raeni. Sosoknya sempat viral saat lulus dengan cumlaude dari Universitas Negeri Semarang (Unnes) dan datang ke wisuda dengan becak dikemudikan sang ayah yang bekerja sebagai pengayuh becak.
Saat ini Raeni sedang melanjutkan kuliah tingkat doktor/S3 di University of Birmingham, Inggris, kampus yang sama tempat mendapatkan gelar masternya.
Saat kuliah di Unnes, Raeni mendapatkan beasiswa Bidik Misi dari pemerintah. Ketika melanjutkan ke jenjang S2 dan S3, Raeni berhasil mendapatian beasiswa LPDP dari pemerintah.
Pemberian beasiswa kepada Raeni ini adalah contoh nyata kehadiran pemerintah dalam membentuk sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan sekaligus meningkatkan kualitas kehidupan masyarakatnya.
Dengan tekad yang kuat, anak seorang pengayuh becak dapat memperbaiki kualitas dirinya dan juga kesejahteraan keluarganya.
Tidak ada yang tidak mungkin di dalam hidup ini.
Cita-cita dapat diraih dengan kemauan yang besar. Jangan merasa rendah diri, jangan merasa terhalang oleh kondisi ekonomi keluarga, tetaplah selalu fokus untuk terus maju menggapai cita-cita Anda.
(Dani Jumadil Akhir)