JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai porsi kepemilikan asing yang terus meningkat di Surat Berharga Negara (SBN) menunjukkan semakin membaiknya kepercayaan investor asing pada Indonesia.
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatatkan, porsi kepemilikan asing sebesar 38,70% per 9 Agustus 2019, meningkat dari periode yang sama di 2018 yang sebesar 37,62%.
Baca Juga: Pemerintah Kantongi Rp22 Triliun dari Lelang SUN
Menurut Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen, peningkatan tersebut tak lepas dari peringkat kredit Indonesia oleh Standard and POor's (S&P) Global yang membaik jadi BBB dari sebelumnya BBB- outlook stabil.
"Tapi artinya dari kenaikan (rating S&P) itu membuat persepsi masyarakat atau global fund terhadap Indonesia makin tinggi, makin percaya," katanya ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (12/8/2019).
Baca Juga: Lelang 6 Seri Surat Berharga Syariah Negara, Pemerintah Dapat Rp8 Triliun
Kendati demikian, dia mengakui, kenaikan porsi asing di SBN tentu perlu diikuti peningkatan ketahanan. Pasalnya, persentase kepemilikan asing dinilainya cukup tinggi.
Menurutnya, peningkatakan ketahanan dilakukan dengan menambah jumlah investor domestik. Kata dia, hal itu yang membuat pemerintah saat ini gencar menerbitkan SBN yang menyasar investor domestik, baik ritel maupun isntitusi.
"Seperti produk-produk ritel untuk domestik, sukuk tabungan, dan sebagainya," kata dia.