3. Pengusaha di Indonesia masih sedikit
Bahlil merasa jumlah pengusaha masih sangat sedikit dibandingkan negara tetangga lainnya.
"Jumlah pengusaha nasional sekarang sudah mencapai 3,1% dari jumlah penduduk. Ini kita lakukan Hipmi go to school, kampus, pesantren. Tapi kita tidak boleh berbangga diri, Karena kita tetap terlau jauh negara-negara Asia Tenggara, Filipina 4%, Singapura 7%, Malaysia 5 persen, Thailand 5,6%. Kita masih sangat jauh di bawah," tambah dia.
4. Butuh 'virus' dari konglomerat
Sedikitnya pengusaha nasional yang beredar di Indonesia mendapat perhatian dari HIPMI, terutama pengusaha muda. Untuk itu, ia membutuhkan bantuan konglomerat-konglomerat lama supaya menyebarkan 'virus' demi menumbuhkan pengusaha baru.
"Kita masih sangat jauh di bawah, dan oleh karena itu kita harus melanjutkan untuk menyebarkan virus entrepreneurship," mohonnya.