RI Butuh Konglomerat Baru, Berikut Sederet Faktanya

Adhyasta Dirgantara, Jurnalis
Senin 23 September 2019 09:06 WIB
Ilustrasi Orang Kaya. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)
Share :

JAKARTA - Kalangan konglomerat di Indonesia, orang-orangnya hanya itu-itu saja. Bahkan, hampir semua konglomerat diisi dengan nama-nama lama.

Untuk itu, Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Bahlil Lahdahilia meminta para pengusaha muda agar berjuang keras supaya menjadi konglomerat. Pasalnya, Bahlil ingin pengusaha muda naik kelas.

Meski demikian, ia mengaku bukan ingin memusuhi konglomerat yang ada. “Kami tidak bermaksud konglomerat kita musuhi, yang kuat tetap kuat tapi yang bawah bisa jadi kuat," ucapnya.

Baca Juga: Gantikan Bahlil, Mardani Maming Pimpin Hipmi hingga 2022

Untuk itu, Okezone menyajikan sejumlah fakta perihal konglomerat di Indonesia yang membutuhkan muka baru, terutama dari kalangan pengusaha muda. Simak faktanya, Senin (23/9/2019):

1. Penguasaan ekonomi nasional mulai berkurang

Pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintah diyakini mampu meningkatkan pemerataan ekonomi di Tanah Air. Karena yang semula hanya berpusat di Jawa, kini seluruh daerah bisa merasakan manfaat ekonomi. Hal itu dibuktikan dengan berkurangnya penguasaan akses ekonomi para konglomerat. Pada 2014, setiap satu 1% konglomerat di Indonesia menguasi 50,2% akses ekonomi nasional.

"Sekarang (akses ekonomi konglomerat) turun jadi 46%. Ini adalah sebuah prestasi yang tidak bisa dinaifkan dan harus diakui bahwa ini adalah kerja besar pemerintah untuk mewujudkan pemerataan ekonomi," ujar Bahlil di Munas Hipmi di Hotel Sultan, Jakarta.

2. Masih diisi nama-nama lama

Ketua Umum HIPMI Bahlil Lahdahilia mengatakan, hingga saat ini nama nama konglomerat di Indonesia masih diisi nama-nama lama. Bahkan nama-nama lama ini sudah ada sejak tahun 1998 pada saat krisis moneter.

Baca Juga: Hipmi Ingin Pengusaha Muda Jadi Konglomerat Baru Indonesia

"Bahwa dalam reformasi 1998 memiliki di urusan politik, tetapi konglomeratnya masih belum ganti dan itu-itu saja. Kami mohon, teman-teman muda ingin naik kelas,” katanya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya