JAKARTA - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) berpotensi mengalami penurunan laba bersih sampai USD17,3 juta atau Rp244 miliar (kurs Rp14.100 per USD).
Corporate Secretary PGN Rachmat Hutama menjelaskan, hal ini ditenggarai oleh penghentian penyaluran pasokan gas dari Kepodang di Wilayah Kerja Muriah yang dikelola oleh Petronas Carigali Muriah Ltd (PCML).
Baca Juga: PGN Akan Ambil Alih Bisnis LNG dari Pertamina
WK Muriah yang dikelola oleh PCML sebagai operator yang memiliki 80% participating interest (PI) dan Saka Energi Muriah Ltd (SEML) yang merupakan anak usaha PT Saka Energi Indonesia memiliki PI sebanyak 20%. Saka Energi merupakan anak usaha PGN.
Gas dari Sumur Kepodang dialirkan untuk fasilitas pembangkit listrik Tambak Lorok yang dikelola PT PLN (Persero). Penyaluran gas dilakukan melalui jaringan pipa gas Kalija I yang dikelola PT Kalimantan Jawa Gas (KJG) yang merupakan afiliasi perseroan.
"Pada tanggal 23 September 219 pukul 23.59 WIB, PCML melakukan penghentian pasokan gas dari lapangan Kepondang dengan alasan berakhirnya gas sales agreement antara PCML dan PLN yang menyebabkan berakhirnya pula gas transpotation agreement antara KJG, PCML dan PLN," kata dia dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (26/9/2019).
Baca Juga: PGN Rancang Pembangunan Pipa Gas di Ibu Kota Baru