"Ke depan tidak hanya E-Wallet, jadi kalau kita yang tidak ada rekening Bank BUMN tetap bisa memasukkan uang. Tapi kalau yang ada di rekening Bank BUMN dengan debit cardnya mereka sudah bisa langsung transaksi, kata Rini seperti dikutip Antaranews, Jakarta.
Kehadiran Link Aja sebagai sistem pembayaran elektronik ditujukan untuk mempermudah transaksi masyarakat. Selain di Tanah Air, layanan itu juga sudah bisa terhubung di Singapura.
3. Menteri BUMN Naik KRL Pakai LinkAja
Dalam rangka menguji coba e-wallet milik BUMN LinkAja, Menteri BUMN Rini Soemarno mendatangi Stasiun Juanda untuk mencoba mengaplikasikan teknologi teranyar tersebut di KRL. Pada kesempatan ini, dia menaiki KRL dari Juanda ke Jakarta Kota pada pukul 13.30 WIB.
Dengan berbalut kemeja putih dan celana bahan hitam, Menteri Rini memasuki gate peron kereta dengan menggunakan ponsel miliknya. Di dalam ponselnya, sudah terdapat aplikasi LinkAja yang sudah ada barcode-nya sehingga dia hanya perlu menempelkan ponselnya ke gate-nya.
Setelah itu, Menteri Rini langsung memasuki KRL jurusan Jakarta Kota. Ia pun berbaur dengan para penumpang. Sebagai informasi, KRL yang dia tumpangi tidak disterilkan dari penumpang umum, melainkan menyatu sebagai penumpang sebagaimana mestinya
4. Menteri Rini Gaptek Waktu Coba LinkAja
Barcode LinkAja yang akan ditempelkan ke gate stasiun kereta akan kadaluarsa tiap 15 detik sekali. Hal ini dilakukan untuk mendukung keamanan dan kecurangan dari pengguna LinkAja. Sebagai informasi, LinkAja merupakan e-wallet yang baru diluncurkan BUMN.
Penggunaan LinkAja ternyata masih perlu disosialisasikan. Sebab, sekelas Menteri BUMN Rini Soemarno saja masih kebingungan dengan salah satu fitur LinkAja yakni membuat barcode setelah meng-shake ponsel expired pasca 15 detik.