JAKARTA - Demi memudahkan transaksi, banyak perusahaan yang berlomba-lomba untuk menciptakan sebuah inovasi dompet digital. Tren dompet digital sudah menjadi gaya hidup bagi sebagian masyarakat.
Di Indonesia sudah ada banyak jenis dompet digital, salah satunya LinkAja yang baru-baru ini resmi diluncurkan.
Baca Juga: 8 BUMN Minat Beli Saham LinkAja
E-wallet hasil sinergi BUMN tersebut bakal memberikan kelebihan dibandingkan kompetitornya seperti Go-pay dan OVO.
Okezone telah merangkum fakta-fakta menarik tentang LinkAja hingga Cerita Menteri Rini Gunakan LinkAja, Jakarta, Senin (7/10/2019):
1. Kelebihan LinkAja Dibanding OVO dan Go-Pay
Aplikasi dompet digital (e-wallet), LinkAja resmi diluncurkan. E-wallet hasil sinergi BUMN tersebut bakal memberikan kelebihan dibandingkan kompetitornya seperti Go-pay dan OVO.
CEO LinkAja, Danu Wicaksono mengatakan, keunggulan LinkAja terletak pada sinergi layanan BUMN selama ini kepada masyarakat. Di antaranya untuk membeli BBM di SPBU milik Pertamina secara nontunai dan membayar tol.
"Salah satunya adalah melalui program digitalisasi SPBU bersama Pertamina, pengenalan pembayaran nirsentuh di jalan tol dengan Jasa Marga," kata Danu.
Baca Juga: Tolak Jadi Dirut BTN, Suprajarto: Saya Tidak Pernah Diajak Bicara Menteri BUMN
Selain itu, dia mengungkapkan, LinkAja akan dikembangkan menjadi e-wallet yang terintegrasi dengan sistem pembayaran transportasi publik. Dia mengatakan, seluruh pembayaran ongkos transportasi publik mulai dari bus hingga pesawat bisa menggunakan LinkAja.
2. LinkAja Hubungkan Sistem Bank BUMN
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengatakan aplikasi Link Aja atau sistem pembayaran uang elektronik dapat dihubungkan dengan berbagai sistem perbankan Bank BUMN Tanah Air.
"Ke depan tidak hanya E-Wallet, jadi kalau kita yang tidak ada rekening Bank BUMN tetap bisa memasukkan uang. Tapi kalau yang ada di rekening Bank BUMN dengan debit cardnya mereka sudah bisa langsung transaksi, kata Rini seperti dikutip Antaranews, Jakarta.
Kehadiran Link Aja sebagai sistem pembayaran elektronik ditujukan untuk mempermudah transaksi masyarakat. Selain di Tanah Air, layanan itu juga sudah bisa terhubung di Singapura.
3. Menteri BUMN Naik KRL Pakai LinkAja
Dalam rangka menguji coba e-wallet milik BUMN LinkAja, Menteri BUMN Rini Soemarno mendatangi Stasiun Juanda untuk mencoba mengaplikasikan teknologi teranyar tersebut di KRL. Pada kesempatan ini, dia menaiki KRL dari Juanda ke Jakarta Kota pada pukul 13.30 WIB.
Dengan berbalut kemeja putih dan celana bahan hitam, Menteri Rini memasuki gate peron kereta dengan menggunakan ponsel miliknya. Di dalam ponselnya, sudah terdapat aplikasi LinkAja yang sudah ada barcode-nya sehingga dia hanya perlu menempelkan ponselnya ke gate-nya.
Setelah itu, Menteri Rini langsung memasuki KRL jurusan Jakarta Kota. Ia pun berbaur dengan para penumpang. Sebagai informasi, KRL yang dia tumpangi tidak disterilkan dari penumpang umum, melainkan menyatu sebagai penumpang sebagaimana mestinya
4. Menteri Rini Gaptek Waktu Coba LinkAja
Barcode LinkAja yang akan ditempelkan ke gate stasiun kereta akan kadaluarsa tiap 15 detik sekali. Hal ini dilakukan untuk mendukung keamanan dan kecurangan dari pengguna LinkAja. Sebagai informasi, LinkAja merupakan e-wallet yang baru diluncurkan BUMN.
Penggunaan LinkAja ternyata masih perlu disosialisasikan. Sebab, sekelas Menteri BUMN Rini Soemarno saja masih kebingungan dengan salah satu fitur LinkAja yakni membuat barcode setelah meng-shake ponsel expired pasca 15 detik.
"Jadi gini, Saya awam karena ketakutan, maklum lah kolonial, jadi urusan IT mah awam. Jadi kan karena khawatir, aku pegangin terus HP aku karena sudah dishake dan muncul barcode. Eh ternyata tiap 15 detik sekali expired. Supaya jaga biar gak diclone orang lain, protection-nya tinggi sekali," tutur Menteri Rini di Stasiun Jakarta Kota, Selasa.
5. Menteri Rini Pamer Saldo LinkAja Rp900.000
Menteri Badan Usaha Milik Negera (BUMN) Rini Soemarno mendatangi Stasiun Juanda dalam rangka uji coba e-wallet milik BUMN, LinkAja. LinkAja tinggal menunggu seminggu lagi sebelum beroperasi sepenuhnya.
Menteri Rini memamerkan saldo LinkAja di dalam ponselnya. Terlihat dia memiliki saldo sebesar Rp900.000.
"Kalau saldo LinkAja ibu Alhamdulillah ada Rp900.000. Jadi tinggal tempel di gate, baik pas mau masuk atau keluar. Jadi pas ditempel nanti kena charge-nya," pamer Menteri Rini sambil tertawa.
6. Sorry 'Angker', LinkAja Masih Uji Coba
Meski sudah resmi diluncurkan, LinkAja masih dalam proses uji coba untuk KRL. Menurut Rini LinkAja membutuhkan sertifikat layak pakai untuk beroperasi. Dengan demikian, anak kereta (angker) masih belum bisa menggunakan LinkAja.
"Sertifikat layak fungsinya nanti, kan dites dulu baru nanti sekalian layak fungsi. Nanti mulai beroperasinya nunggu layak fungsi dulu," ujar Rini di Stasiun Jakarta Kota, Selasa (1/10/2019).
Namun, Rini menargetkan LinkAja bisa digunakan untuk transaksi KRL pada minggu depan. "Uji coba hari ini, mulai efektif tinggal nunggu minggu depan," ungkapnya.
(Feby Novalius)