"Karena perlu diingat jika terjadi pelemahan 1% pada nilai tukar Rupiah, maka akan terjadi ouflow (arus modal asing keluar) Rp4,2 triliun di pasar SBN," jelas dia.
Oleh sebab itu, Wahyu menekankan, pemerintah memang perlu menjaga porsi kepemilikan asing untuk menjaga pasar keuangan dalam negeri.
"Kalau asing pegang banyak sekali kalau di jual pasar keuangan langsung drop. Jadi ada misi untuk jaga pasar agar tidak terguncang dengan kondisi global, dengan meminimalkan peran asing," tutupnya.
Sekedar diketahui, saat ini porsi kepemilikan asing di SBN sebesar 38,46% dengan nominal Rp1.033,8 triliun dari keseluruhan SBN sebesar Rp2.687,9 triliun hingga pertengahan Oktober 2019.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)