JAKARTA - Basuki Hadimuljono kembali dipercayai oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Pasalnya, Dia termasuk ke dalam deretan menteri Kabinet Indonesia Maju.
Bahkan, Basuki sudah menjadi pegawai negeri sipil (PNS) di kementerian ini sejak masih muda. Hingga akhirnya, pada 2014 lalu, Menteri Basuki dipercayai untuk memegang penuh kendali Kementerian PUPR.
Kinerja Basuki dalam membangun infrastruktur di dalam negeri juga patut diapresiasi. Begitu banyak perubahan mulai dari tersambungnya tol Banten hingga Surabaya atau disebut Tol Trans Jawa. Kemudian Tol Trans Sumatera hingga berbagai bendungan dan irigasi.
Baca Juga: Menanti Jurus Menteri KKP Edhy Prabowo Majukan Industri Perikanan
Daya tahan Indonesia sangat tergantung pada ketangguhan infrastruktur yang dimiliki di kota, di desa, di kawasan pedalaman, di kawasan perbatasan, serta pulau-pulau terluar dan terdepan. Daya tahan ini terbukti dengan bertahannya Indonesia dalam stagnasi ekonomi dunia lima tahun terakhir ini.
Berikut beberapa fakta-fakta yang berhasil Okezone rangkum, Sabtu (26/10/2019), seputar Menteri Basuki yang diutus kembali oleh Presiden Jokowi di periode keduanya.
1. Butuh Wamen
Basuki Hadimuljono mengaku butuh sosok seorang Wakil Menteri dalam periode kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Maaruf Amin.
“Saya kira saya butuh (posisi Wakil Menteri),” ujarnya saat ditemui di Komplek Istana Merdeka, Jakarta.
Dirinya membutuhkan sosok Wakil Menteri dikarenakan akan ada banyak sekali proyek infrastruktur yang dikerjakan oleh pemerintah. Belum lagi, pemerintah juga tengah mengejar proses pemindahan ibu kota yang rencananya akan dilakukan pada 2024 mendatang.
“Saya kira iya profesional (untuk posisi wakil Menteri PUPR),” ucapnya.
2. Diajak makan siang bareng presiden
Usai bertemu Jokowi, Basuki mengaku diberikan bonus oleh Presiden Joko Widodo. Bonus yang dimaskud adalah bonus makan siang bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka.
Baca Juga: Rapat Perdana Kabinet Indonesia Maju, Semua Kementerian Cek Efektivitas Anggaran
“Intinya itu yang disampaikan tentang pembangunan infrastruktur agak lama sedikit karena ada bonus makan siang. No, no itu hanya jam siang saja,” ujarnya.