JAKARTA - PT Bank Central Asia (BBCA) memastikan belum ada rencana untuk memecah nilai nominal saham atau stock split di Bursa Efek Indonesia (BEI). Meskipun sebenarnya saat ini BCA memiliki harga yang lumayan mahal.
Baca Juga: Gara-Gara MRT hingga Ojol, Kredit Kendaraan BCA Turun 2%
Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mempertimbangkan untuk kemungkinan melakukan stock split. Hanya saja dirinya tidak mengatakan secara pasti apakah pertimbangan tersebut akan melakukan stock split atau tidak.
"Saat ini pertimbangkan (stock split) belum," ujarnya dalam acara Konferensi Pers di Hotel Kempinski, Jakarta, Senin (28/10/2019).
Baca Juga: Laba BCA Naik 13% Jadi Rp20,9 Triliun pada Kuartal III
Menurut Jahja, pihaknya belum akan melakukan stock split dalam waktu dekat karena jika dibandingkan dengan emiten seluruh dunia harga saham BCA dinilai masih rendah. Saat ini harga satu unit saham BCA bergerak di kisaran Rp31.000 atau setara USD2,2 (mengacu kurs Rp14.000 per USD).