JAKARTA - Jembatan bukan hanya menjadi penghubung dua wilayah. Tetapi, di beberapa kota jembatan justru menjadi sebuah landmark kota tersebut.
Banyak kota yang berlomba-lomba membangun jembatan yang indah. Tak heran jika banyak wisatawan yang mengunjungi jembatan indah ini. Oleh karena itu Okezone telah mengutip dari berbagai sumber, mengenai jembatan ikonik di Indonesia. Berikut daftarnya:
1. Jembatan Holtekamp atau Youtefa
Empat tahun dibangun, akhirnya Jembatan Holtekamo di Papua diresmikan Presiden Jokowi hari ini, Senin (28/10) bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda. Jembatan Holtekamp ini menghubungkan daerah Hamadi menuju Holtekamp.
Dengan diresmikannya jembatan ini, waktu tempuh dari Kota Jayapura menuju PLBN Skouw akan lebih singkat, dari semula sekitar 1,5-2 jam menjadi sekitar 30 - 45 menit. Jembatan Youtefa juga mendorong pengembangan Kota Jayapura ke arah Skouw, menunjang wisata bahari di Teluk Youtefa, dan akan mendukung pelaksanaan PON XX Papua Tahun 2020.
Jembatan Holtekamp karya anak bangsa menjadi ikon baru Kota Jayapura. Pasalnya, jembatan ini menyajikan desain yang mencolok dengan warna merah. Selain mencolok, jembatan ini juga memiliki desain yang kuat dengan berdiri kokoh dan menawan di atas Teluk Youtefa. Tak heran, jembatan ini dirancang bisa berdiri kokoh hingga 100 tahun ke depan.
Sebelumnya, jembatan tersebut sempat tertunda karena persoalan status kepemilikan lahan yang masih belum selesai. Jembatan yang menghubungkan Hamadi menuju Holtekamp memiliki panjang kurang lebih 1.800 meter dan lebar 17 meter.
Baca Juga: Jembatan Youtefa Diresmikan, Jayapura-PLBN Skouw Jadi 30-45 Menit Saja
2. Jembatan Barito – Banjarmasin
Jembatan Barito adalah jembatan yang melintang di atas Sungai Barito, Provinsi Kalimantan Selatan, Indonesia. Secara administratif, jembatan ini berada di wilayah Kabupaten Barito Kuala dan berjarak 15 km dari Kota Banjarmasin.
Jembatan ini memiliki panjang 1.082 meter yang melintasi Sungai Barito selebar 800 meter dan Pulau Bakut selebar 200 meter. Jembatan ini terdiri dari jembatan utama sepanjang 902 meter, dan jembatan pendekat 180 meter, dengan lebar 10,37 meter.
Merupakan akses jalan Trans Kalimantan dari Banjarmasin menuju ke Palangkaraya dan sebaliknya. Ketinggian ruang bebas jembatan utama 15 - 18 meter, sehingga bisa digunakan untuk lalu lintas perairan seperti Kapal Tongkang.
Baca Juga: Lindungi Laut, Indonesia Capai Target Perluasan Kawasan Konservasi
Jembatan Barito sering disebut pula jembatan Pulau Bakut, sesuai nama delta (pulau kecil) yang ada di bawahnya atau jembatan pulau Bakut, sesuai nama daerah tepi barat sungai Barito (sungai Banjar).
Jembatan ini pertama kali diresmikan pada tanggal 24 April 1997 oleh Presiden Soeharto. Jembatan, yang tercatat dalam rekor Muri sebagai jembatan gantung terpanjang di Indonesia ini, jembatan yang menghubungkan jalan trans Kalimantan.
Jalan ini merupakan jalan poros yang menghubungkan dua provinsi bertetangga yaitu provinsi Kalimantan Tengah, sebelum ada jembata ini masyarakat sangat mengandalkan jalur transportasi seperti sungai menggunakan alat transpor seperti boat atau kapal bermotor untuk menuju ke Banjarmasin atau sebaliknya.