Beda Nasib dengan Industri Manufaktur Besar, IMK Justru Tumbuh 6,19%

Giri Hartomo, Jurnalis
Jum'at 01 November 2019 14:45 WIB
IKM Tumbuh (Foto: Shutterstock)
Share :

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan industri mikro kecil (IMK) menunjukan kinerja yang cukup menjanjikan pada kuartal III-2019. Bahkan kinerja IMK masih lebih baik dibandingkan Industri manufaktur besar.

 Baca Juga: Sri Mulyani Ramal Ekonomi RI Tumbuh 5,05% di Kuartal III-2019

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, pada kuartal III IMK mengalami pertumbuhan 6,19% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year/yoy). Sementara jika dibandingkan triwulan sebelumnya juga IMK mengalami pertumbuhan 0,29%.

"Industri mikro dan kecil triwulan III naik 6,19% dibandingkan triwulan II. Ada beberapa industri mikro kecil yang bagus," ujarnya dalam acara konferensi pers di Kantor BPS, Jakarta, Jumat (1/11/2019).

 Baca Juga: Pertumbuhan Industri Manufaktur RI Melambat di Kuartal III-2019

Menurut pria yang kerap disap Kecuk, kenaikan tersebut terutama ditopang oleh naiknya produksi industri pengolahan tembakau yang mencapai 42,25%. Sementara industri yang mengalami penurunan teresar adalah industri peralatan listrik yang turun 17,23%.

"Kemudian juga industri tembakau juga bagus," ucapnya.

 

Sementara secara tahunan, IMK didorong oleh naiknya produksi industri komputer, barang elektronika, dan optik sebesar 24,36%. Sedangkan, industri peralatan listrik tercatat turun paling tajam sebesar 32,88%.

Utamanya adalah industri makanan, industri pakaian jadi tapi disini industri komputer, elektronik mengalami penurunan. Begitupun juga industri pengolahan listrik,” katanya.

Pertumbuhan produksi IMK TRIWULAN III-2019 dibandingkan tahun lalu pada periode yang sama pada tingkat provinsi yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang naik 30,32%. Sementara provinsi DI Yogyakarta justru mengalami penurunan 0,0002%.

Sementara jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, Kalimantan Utara menjadi provinsi yang mengalami kenaikan tertinggi 1514%. Sedangkan Sumatera Utara jadi Provinsi yang mengalami penurunan paling tinggi yakni 3%.

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya