JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan industri mikro kecil (IMK) menunjukan kinerja yang cukup menjanjikan pada kuartal III-2019. Bahkan kinerja IMK masih lebih baik dibandingkan Industri manufaktur besar.
Baca Juga: Sri Mulyani Ramal Ekonomi RI Tumbuh 5,05% di Kuartal III-2019
Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, pada kuartal III IMK mengalami pertumbuhan 6,19% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year/yoy). Sementara jika dibandingkan triwulan sebelumnya juga IMK mengalami pertumbuhan 0,29%.
"Industri mikro dan kecil triwulan III naik 6,19% dibandingkan triwulan II. Ada beberapa industri mikro kecil yang bagus," ujarnya dalam acara konferensi pers di Kantor BPS, Jakarta, Jumat (1/11/2019).
Baca Juga: Pertumbuhan Industri Manufaktur RI Melambat di Kuartal III-2019
Menurut pria yang kerap disap Kecuk, kenaikan tersebut terutama ditopang oleh naiknya produksi industri pengolahan tembakau yang mencapai 42,25%. Sementara industri yang mengalami penurunan teresar adalah industri peralatan listrik yang turun 17,23%.
"Kemudian juga industri tembakau juga bagus," ucapnya.
Sementara secara tahunan, IMK didorong oleh naiknya produksi industri komputer, barang elektronika, dan optik sebesar 24,36%. Sedangkan, industri peralatan listrik tercatat turun paling tajam sebesar 32,88%.
Utamanya adalah industri makanan, industri pakaian jadi tapi disini industri komputer, elektronik mengalami penurunan. Begitupun juga industri pengolahan listrik,” katanya.
Pertumbuhan produksi IMK TRIWULAN III-2019 dibandingkan tahun lalu pada periode yang sama pada tingkat provinsi yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang naik 30,32%. Sementara provinsi DI Yogyakarta justru mengalami penurunan 0,0002%.
Sementara jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, Kalimantan Utara menjadi provinsi yang mengalami kenaikan tertinggi 1514%. Sedangkan Sumatera Utara jadi Provinsi yang mengalami penurunan paling tinggi yakni 3%.
(Dani Jumadil Akhir)