JAKARTA - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Unit Induk Distribusi Jakarta Raya (PLN Disjaya) menyiapkan sejumlah langkah antisipasi dalam menghadapi musim penghujan. Curah hujan yang tinggi berpotensi menyebabkan banjir di Jakarta.
General Manager PLN Disjaya mengatakan, ada beberapa titik rawan banjir yang dapatkan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta. Setidaknya ada 17 kecamatan, 25 kelurahan dan 86 RW yang rawan banjir di daerah Jakarta.
Baca Juga: Umumkan Hasil Investigasi Blackout, Listrik Kantor Ombudsman Justru Padam
"Dari BPBD itu ada ada 17 kecamatan, 25 kelurahan dan 86 RW yang merupakan daerah rawan. Ini disini pasti ada gardu PLN, ada pelanggan PLN. PLN Disjaya disuplai oleh 8 subsistem," ujarnya saat ditemui di Jakarta, Kamis (7/11/2019).
Untuk mengatasi hal tersebut, lanjut Ikhsan, pihaknnya akan melakukan pemeliharaan terhadap 189 gardu distribusi yang memasok rumah pompa di tempat-tempat penting. Tak hanya itu, beberapa gardu ini juga telah dilakukan peninggian sekitar 1,5 meter hingga 2 meter.
"Ada 189 gardu di tinggigkan sampe 1,5 meter dan 2 meter. Minimal gardunnya aman. Kalau gardunnya mati satu kampung kesetrum semua. Walaupun dilengkapi dengan proteksi," jelasnya.
Tak hanya itu, perseroan juga melakukan pemeliharaan terhadap kabel-kabel milik PLN. Hal ini untuk menghindari perisitiwa kabel terkelupas saat banjir yang justru bisa membahayakan masyarakat.
Baca Juga: Agar Blackout PLN Tak Terulang Lagi, Begini Rekomendasi Ombudsman
"Kesiapan instalansi PLN daerah tadi kita meninggikan gardunnya. Kita ganti kabel yang berpotensi terkelupas," ucapnya.
Ikhsan menambahkan, jika nanti dalam kondisi banjir pihaknya akan segera memadamkan aliran listrik yang ada di daerah tersebut. Pemadaman dilakukan demi keselamatan masyarakat untuk terhindar dari sengatan listrik.