Pembangunan proyek ini dikerjakan oleh kontraktor PT Wijaya Karya (Persero) dengan PT Adhi Karya (Persero) dalam kerja sama operasional (KSO). Adapun proyek ini merupakan multiyears contract (MYC) dengan anggaran APBN sebesar Rp 334,85 miliar.
"Terowongan ini terdiri dari 2 tunnel dengan panjang masing-masing 230 meter dengan diameter 8 meter. Hingga saat ini, progres konstruksi telah mencapai 92 % dan ditargetkan selesai akhir 2019," tulis Kementerian PUPR.
Dua terowongan Nanjung tersbeut diketahui menembus tebing sepanjang 230 meter. Jika pembangunan kedua terowongan ini selesai, maka diperkirakan dapat mengurangi banjir yang ada di Bandung Selatan, terutamanya di daerah Dayeuhkolot, Baleendah, dan Bojongsoang.
(Dani Jumadil Akhir)