JAKARTA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir melakukan rapat kerja (raker) perdana dengan Komisi VI DPR RI pada hari ini. Erick ditunjuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk masuk dalam Kabinet Indonesia Maju di periode 2019-2024.
Pada pertemuan tersebut, Erick membahas kondisi terkini BUMN dari mulai yang rugi hingga yang masih menghasilkan laba. Dari 142 BUMN yang ada, hanya segelintir perusahaan pelat merah yang mendominasi pendapatan. Berikut fakatanya:
Baca Juga: Setelah Dirut, Erick Thohir Pecat 3 Direksi Garuda Indonesia
1.BUMN yang hasilkan laba cuma 15
Erick Thohir mengatakan pendapatan BUMN sampai saat ini mencapai kurang lebih Rp210 triliun. Namun dari 142 BUMN yang ada, hanya segelintir perusahaan pelat merah yang mendominasi pendapatan.
"Kalau kita lihat dari pendapatan yang bisa dihasilkan BUMN kurang lebih Rp210 triliun. Tapi 76% lebih banyak dari 15 perusahaan saja," ujar dia di Komisi VI DPR RI Jakarta.
Menurut dia, 15 perusahaan ini lebih banyak fokus di BUMN Perbankan, BUMN Telekomunikasi dan PT Pertamina (Persero). "Maka itu, 142 BUMN ini tentu menjadi unik untuk manage dan atur," ungkap dia.
Dia menilai, dengan keuangan yang seperti ini perlu diantisipasi dan dicari jalan keluarnya. Pasalnya tak selamanya 15 BUMN besar tersebut bisa terus menopang pendapatan BUMN.
"Apalagi dengan tantangan dunia usaha ke depan. Kita lihat kemajuan teknologi dengan e-payment dan digitalisasi lainnya," tutur dia.