2. BUMN rugi meski disuntik PMN
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, selama empat tahun terakhir menyuntikkan dana dalam bentuk Penyertaan Modal Negara (PMN), hingga tahun 2018 tetap terdapat 7 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang kinerja keuangannya merugi.
Pemerintah memang tiap tahunnya mengalokasikan dana PNM dalam bentuk tunai maupun non tunai kepada beberapa BUMN yang membutuhkan pendanaan. Berdasarkan data Kementerian Keuangan, tahun 2015 alokasi PNM sebesar Rp65,6 triliun, 2016 sebesar 51,9 triliun, 2017 sebesar Rp9,2 triliun, dan 2018 sebesar Rp3,6 triliun.
"Pada tahun 2015 ada 33 BUMN yang menghasilkan laba, tapi 8 rugi. Tahun 2016 jumlahnya tetap, 2017 yang mendapat laba naik jadi 38 dan rugi turun ke 3. Tapi di 2018 turun lagi, yang laba jadi 34 dan rugi jadi 7," ungkap Sri Mulyani.
Ketujuh BUMN yang masih merugi itu adalah PT Dok Kodja Bahari (Persero), PT Sang Hyang Seri (Persero), PT PAL Indonesia (Persero), PT Dirgantara Indonesia (Persero), PT Pertani (Persero), Perum Bulog dan PT Krakatau Steel (Persero).
(Kurniasih Miftakhul Jannah)