Selain itu, kerjasama juga akan dilakukan dalam pembuatan film layar lebar. Melalui kerjasama ini, kedua perusahaan bakal diuntungkan dengan peningkatan produktivitas konten dan penghematan biaya produksi.
"Hukum alamnya memang kalau investasi di konten, itu tidak ada konten yang terus-terusan memberikan profitabilitas, apalagi film. Mungkin dari produksi 20 film, yang sukses hanya 4 dan itu yang meng-cover break event atau lost dari film-film yang lain, sehingga kalau jumlahnya semakin banyak itu mungkinkan kami mendapatkan film yang benar-benar sukses," tambah Sutanto.
Sutanto menambahkan, kerjasama antar perusahaan media bukanlah hal yang asing di industri tersebut dan lazim terjadi di berbagai negara. Melalui kerjasama ini juga diharapkan industri kreatif Indonesia bisa semakin besar dan berdaya tahan dalam menghadapi gempuran konten internasional.
"Jadi meskipun kami berkompetisi, tapi kami juga punya kepentingan yang sama yakni lebih baik membuat besar konten-konten lokal perusahaan punya Indonesia, jadi tuan rumah di negeri sendiri," katanya.
(Dani Jumadil Akhir)