Soal Memanasnya AS-Iran, Menko Luhut: Indonesia Rileks Investasi Baik-Baik Saja

Yohana Artha Uly, Jurnalis
Selasa 07 Januari 2020 09:30 WIB
Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (Okezone)
Share :

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menyatakan, ketegangan yang terjadi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran tak mempengaruhi masuknya investasi ke Indonesia. Bahkan, dirinya tak khawatir terkait kenaikan harga minyak mentah dunia imbas ketegangan tersebut.

"Di sana tegang-tegang, di sini rileks. Makanya jangan dikit-dikit tegang lah," katanya ditemui di Kantor Kemenko Maritim dan Investasi, Jakarta, Senin (6/1/2020) malam.

 Baca juga: Uni Emirat Arab Bakal Investasi USD20 Miliar, Kesepakatannya Diteken Pekan Depan

Justru kondisi yang baik-baik saja tercermin dari relasi Indonesia dengan AS yang tetap terjaga. Luhut bilang, Perwakilan US International Development Finance Corporation (DFC) akan datang ke Indonesia pada Jumat (10/1/2020) mendatang.

 

Lembaga independen tersebut bakal datang untuk membawa investasi pada proyek-proyek dalam negeri. "Mereka akan datang kemari bawa uang untuk investasi di BUMN dan juga di beberapa proyek," kata dia.

 Baca juga: Presiden: RUU Omnibus Law Harus Selesai Minggu Ini

Kendati demikian, Luhut enggan merinci berapa besaran investasi yang akan mengalir ke Indonesia tersebut. "Cuma beberapa miliar," imbuhnya

Luhut juga memastikan tidak khawatir terkait kenaikan harga minyak global akibat ketegangan yang terjadi antara AS dan Iran. Menurutnya, Indonesia saat ini tetap baik-baik saja terkait harga bahan bakar minyak.

 Baca juga: RUU Omnibus Law Berikan Jaminan untuk Korban PHK

"Ya enggak apa-apa, kita so far good-good saja," katanya.

Seperti diketahui, serangan AS ke Baghdad telah menewaskan Jenderal Iran Qasem Soleimani. Serangan yang sama juga diduga telah menewaskan Abu Mahdi al-Muhandis Irak, wakil komandan milisi yang didukung Iran.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya