Boehler menyatakan, baru-baru ini pihaknya telah mendapat sokongan dana dari pemerintah AS sebesar USD60 miliar atau sekitar Rp840 triliun (asumsi kurs Rp14.000 per USD). Dana itu pun siap dialirkan ke negara-negara berkembang.
"Nilai itu hanya dari pemerintah AS saja, nanti bisa meningkat 4 sampai 5 kali lipat, jadi jumlahnya bisa mencapai lebih dari USD200 miliar," katanya.
Dia pun memastikan akan kembali lagi ke Indonesia dalam beberapa bulan kedepan untuk memastikan nilai investasi dan proyek yang dikerjakan. "Saya akan kembali lagi untuk menegaskan berapa tepatnya. Ini semua akan mengarah ke puluhan miliar dolar AS,” kata Boehler.
(Feby Novalius)