JAKARTA - Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) memberika tips ideal untuk menyimpan dokumen pribadi supaya tetap aman bencana seperti banjir. Tips ini merupakan bagian dari edukasi pentingnya perawatan dan penyimpanan data-data pribadi.
Kasubdit Restorasi Arsip ANRI Anak Agung Gde Sumardika mengatakan, muncul pertanyaan seperti apa cara ideal paling sederhana untuk menyimpan dokumen pribadi? Jawabannya, metode enkapsulasi.
Baca Juga: Pasca-Banjir, Arsip Nasional Ingatkan Pentingnya Perawatan Dokumen Pribadi
"Enkapsulasi lebih aman, jika terjadi bencana, arsipnya bisa direstorasi. Kalau laminating, dokumen tidak bisa dibuka, apalagi direstorasi," ujarnya.
Agung berkata, lembaganya terus berusaha mempopulerkan pengarsipan dokumen pribadi secara mandiri.
Enkapsulasi disebutnya berbiaya murah dan mudah dilakukan. Metode ini memerlukan perlengkapan yang dapat dibeli masyarakat, antara lain kertas polyster, selotip dobel, pemotong kertas, dan penggaris.
Baca Juga: Arsip Nasional Mulai Restorasi Dokumen Korban Banjir Jabodetabek
Program perbaikan dokumen korban banjir Jabodetabek dilakukan seiring layanan restorasi arsip keluarga (Laraska) oleh ANRI. Pelayanan ini dibuka sepanjang tahun dan gratis.
Sayangnya, Agung menyebut layanan ini hanya berlaku di kantor pusat ANRI di Jakarta. Belum setiap pemerintahan daerah menggelar program yang sama untuk korban bencana alam.
(Feby Novalius)