JAKARTA – Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) mengedukasi pentingnya perawatan dan penyimpanan data-data pribadi. Dengan demikian, masyarakat bisa lebih siap bila ada kejadian seperti banjir.
Kasubdit Restorasi Arsip ANRI Anak Agung Gde Sumardika mengatakan, merujuk dokumen-dokumen rusak yang diperbaiki korban banjir, publik belum menanggap penting perawatan dan penyimpanan arsip pribadi.
Padahal menurut Agung, rusaknya dokumen pribadi akan semakin menyusahkan masyarakat ketika bencana alam terjadi.
Baca Juga: Arsip Nasional Mulai Restorasi Dokumen Korban Banjir Jabodetabek
"Arsip keluarga sangat penting karena berkaitan dengan hak keperdataan. Jika disia-siakan dan tidak dirawat secara rutin, hak keperdataan itu bisa terganggu, apalagi saat bencana," ujarnya, dilansir dari BBC News Indonesia, Jumat (16/1/2020).
Sementara itu, Nina Mulyati adalah satu dari sekitar 400 korban banjir yang memperbaiki dokumennya ke ANRI. Warga Bekasi Timur itu mengaku rela menempuh perjalanan sekitar dua jam dari rumahnya ke kantor ANRI di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, demi menyelamatkan arsip peribadinya.
Baca Juga: Waspada, Banjir Bisa Merusak Struktur Dasar Rumah
"Ijazah dan transkrip nilai saya basah dan luntur. Semuanya baru saya ambil dari sekolah, belum sempat saya laminating, keburu kena banjir," ucapnya.
Nina berkata, ia memang tidak mempersiapkan dokumen pribadinya menghadapi kondisi terburuk. Ia meletakkan arsip itu di rak buku, tanpa perlindungan sama sekali.