3. Penerima Subsidi Akan Didata
Guna mendapatkan sasaran yang tepat, Kementerian ESDM akan berkoordinasi dengan Kementerian Sosial (Kemensos) untuk mendata orang-orang miskin yang berhak dan masih mendapatkan subsidi gas melon itu.
"Ini kebijakan teknologinya masih dibicarakan, kerjasama dengan Kemensos. Misalnya digandeng dengan BPJS," ujarnya saat dihubungi Okezone, Kamis (16/1/2020).
Mengenai orang-orang yang berhak menerima bantuan tersebut, Kementerian ESDM akan berkoordinasi dengan instansi terkait. Misalnya koordinasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, dan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) dan Kementerian Sosial.
"Kan katanya data orang miskin (penerima bantuan subsidi)nya sudah punya," kata Plt Direktur Jendaral Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Djoko Siswanto.
4. Diperkirakan Naik Jadi Rp35.000
Harga gas elpiji 3 kilogram pada umumnya sekarang berkisar pada Rp21.000 hingga Rp24.000. Jika subsidi gas melon itu dicabut, harganya bisa berkisar sampai Rp35.000.
Okezone mencoba untuk menghitung-hitung kisaran harga tabung gas elpiji berdasarkan harga per kilogram yang dijual. saat ini harga tabung gas elpiji 12 Kilogram sekitar Rp141.000 per tabung.
Artinya, setiap kilogramnya harga jualnya adalah Rp11.750. Jika mengacu pada data tersebut artinya harga tabung gas elpiji 3 kilogram akan dijual sekitar Rp35.250 hasil dari Rp11.750 dikalikan 3 kilogram.
Sehingga terdapat kenaikan harga yang cukup signifikan dibandingkan dengan harga sebelumnya. Saat ini harga tabung gas elpiji ini berada di kisaran Rp20.000-Rp21.000 per 3 kilogram.
5. Ditargetkan Berjalan Pertengahan Tahun 2020
Pemerintah juga sudah menargetkan skema pendistribusian gas elpiji 3 kilogram yang subsidinya dialihkan. Sistem ini diharapkan sudah berjalan pada pertengahan tahun 2020 mendatang.