JAKARTA - Mata uang Rupiah diproyeksi akan menempati posisi puncak di tahun ini menggantikan Baht Thailand yang menjadi teratas di tahun lalu. Hal ini didukung oleh kerja sama investasi yang terjalin antara Indonesia dengan berbagai negara.
Rupiah mengalami penguatan hingga 0,8% pada pertengahan bulan Januari. Kenaikan ini terus berlangsung setelah kesepakatan antara Indonesia dan Uni Emirat Arab, Softbank Group, Corp Jepang, dan US International Development Finance Corp.
Melansir Bloomberg, Senin (20/1/2020), obligasi mata uang lokal kini menawarkan imbas hasil 5% hingga 8%. Angka ini merupakan prospek yang memikat bagi investor yang ingin melakukan carry trade yang berupaya memanfaatkan perbedaan suku bunga kedua negara.
Baca Selengkapnya: Kalahkan Baht, Rupiah Diramal Jadi Mata Uang Terkuat se-Asia
(Kurniasih Miftakhul Jannah)