JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap berdaya tahan. Di mana, adanya perbaikan ekspor dan konsumsi rumah tangga yang tetap baik.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, perbaikan ekspor didorong kenaikan permintaan mitra dagang dan harga beberapa komoditas ekspor utama. Produk ekspor seperti ekspor batubara, kendaraan bermotor, besi dan baja, serta biji logam dan sisa logam mencatat pertumbuhan positif pada kuartal IV-2019.
Baca juga: BI: Siklus Ekonomi Indonesia Sudah Lewati Titik Terendah
"Pertumbuhan ekonomi keseluruhan tahun 2019 dapat mencapai sekitar 5,1% dan meningkat dalam kisaran 5,1-5,5% pada tahun 2020," ujarnya usai RDG BI, Jakarta, Kamis (23/1/2020).