JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, setiap desa perlu dipimpin oleh pihak-pihak yang memang punya kapabilitas dalam mengelola anggaran desa. Pasalnya, ada 75.000 desa di Indonesia yang selalu mendapat kucuran dana desa.
Setiap tahun desa-desa tersebut mendapatkan aliran dana dari pemerintah pusat sebesar Rp900 juta hingga Rp3 miliar. Tahun ini, anggaran dana desa mencapai Rp72 triliun.
Baca Juga: Sri Mulyani Ungkap Alasan Banyak Orang Tergiur Jadi Kepala Desa
Anggaran yang besar ini sayangnya belum dibarengi dengan pengelolaan dana desa yang kredibel. Lantaran, banyak pengaduan yang diterimanya terkait penyelewengan penggunaan dana desa, bahkan muncul banyak desa fiktif.
"Memang beberapa sarjana yang bagus jadi kepala desa kalau betul-betul commited, hasilnya sangat amazing," ujar Sri Mulyani Sri Mulyani dalam pidatonya di BRI Group Economic Forum, Ritz Carlton, Jakarta, Rabu (29/1/2020).
Baca Juga: Netizen ke Sri Mulyani: Ibu Tolong Diawasi Dana Desa
Sri Mulyani mencontohkan, salah satu desa yang berhasil mengelola anggaran dengan baik adalah Desa Ponggok, Klaten, Jawa Tengah. Desa ini mampu bertransformasi dan mendapatkan kas daerah dari hasil pengembangan sumber daya lokal.
"Itu awalnya desa yang cuma punya Rp 20 juta kas desa, tiba-tiba sekarang menghasilkan Rp15 miliar dari BUMDes. Hanya gara-gara mata air, yang di situ dibersihkan, semua ditata, sekarang jadi instagramable, orang-orang foto pre wedding di situ. Jadi dia dapat penerimaan asli dari desanya," katanya.