Proyek tersebut ditargetkan akan beroperasi pada Juni 2020 dan menghasilkan 245 GWh dalam satu tahun. Biaya investasi pengembangannya meghabiskan dana USD129 juta atau setara dengan Rp1,7 triliun. Sementara itu, untuk harga jual listrik dari sebesar 5,8179 cUSD/kWh.
Baca Juga: PON Papua, Pembangunan 4 Proyek Gedung Olahraga Lebih Cepat
PT PLN (Persero) telah menerbitkan penugasan kepada PT PJB dengan kepemilikkan saham 51% dan Masdar sebesar 49%. Skema proyek PLTS ini adalah BOOT (Build Own Operate Transfer) dengan masa PPA (Power Purchase Agremeent selama 25 tahun.
Diharapkan proyek PLTS yang disebut-sebut sebagai PLTS Terapung terbesar se-Asia Tenggara ini dapat menjadi pioneer pengembangan PLTS Terapung yang dapat dikembangkan di waduk lain di wilayah Indonesia.
(Feby Novalius)