Kepala Bappenas: Banyak Hal Baru dari JB Sumarlin

Giri Hartomo, Jurnalis
Senin 10 Februari 2020 12:53 WIB
Kepala Bappenas Suharso Monoarfa. (Foto: Okezone.com/Giri)
Share :

JAKARTA - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa mengenang sosok Prof Dr Johannes Baptista Sumarlin alias JB Sumarlin sebagai sosok yang paling dikenal dengan gebrakan Sumarlin tentang liberalisasi dan pengetatan.

"Jadi saya teringat beliau itu karena banyak hal sesuatu yang baru dari almarhum kita kenal gebrakan Sumarlin I, II soal liberalisasi dan pengetatan," ujarnya, di Kantor Bappenas, Jakarta, Senin (10/2/2020).

Baca Juga: Sri Mulyani: Kita Bisa Belajar Profesionalisme dan Keberanian dari JB Sumarlin

Menurutnya, sosok JB Sumarlin juga berpengalaman dan malang melintang di pemerintahan. Sosok JB Sumarlin pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan, Kepala Bappenas hingga Kepala Badan Pemeriksa Keuangan.

"Saya baru saja menjadi peserta pelepasan jenazah Ketua Bappenas, Menteri Keuangan setelah itu 1993 sampai 1998 beliau jadi anggota BPK dan sebelumnya juga pernah menjadi Menteri PAN-RB. Jadi kami baru saja melepas jasad beliau hari ini Kementerian Keuangan," jelasnya.

Sebagi informasi, pemerintah menggelar upacara serah terima jenazah JB Sumarlin dari pihak keluarga ke negara pada hari. Serah terima dilakukan di Kementerian Keuangan setelah menjalani misa arwah di Gereja Katredal.

Baca Juga: Sri Mulyani Kenang JB Sumarlin, Sosok yang Pernah Bongkar Korupsi

JB Sumarlin lahir di Blitar pada tanggal 7 Desember 1932, JB Sumarlin menempuh pendidikan S1 Ekonomi di Universitas Indonesia. Gelar sarjananya diraih tahun 1958. Kemudian dia menempuh pendidikan S2 di Universitas California Amerika Serikat dan mendapatkan gelar Master of Arts (M.A) pada tahun 1960.

Kemudian, pendidikan S3-nya ditempuh di Universitas Pittsburg Amerika Serikat dan gelar doktor Ph.D didapat pada tahun 1968. Sebelum masuk ke dalam instansi pemerintah pernah bekerja sebagai dosen di Fakultas Ekonomi dan sempat bekerja di sebuah perusahaan industri di Jakarta. Bahkan di masa Revolusi fisik berperan serta bergerilya sebagai anggota Palang Merah Indonesia, dan sebagai anggota TNI (Tentara Nasional Indonesia) di Jawa Timur

Perjalanan karier di Kementerian Keuangan dirintis sejak melakukan Gebrakan Sumarlin I pada tahun 1987. Pada saat itu menjabat sebagai Ketua Bappenas dan Menteri Keuangan ad Interim. Gebrakan Sumarlin I adalah pengetatan moneter dengan cara menaikkan suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI).

Hal ini dilakukan pemerintah bersama Bank Indonesia untuk mengatasi perekonomian Indonesia yang menghadapi kesulitan. Gebrakan Sumarlin I berhasil menunjukkan perkembangan yang membaik dengan angka pertumbuhan 5,7% melebihi target rata-rata pertumbuhan 5% (1988).

Pada Kabinet Pembangunan V, dipercaya untuk menjabat sebagai Menteri Keuangan didampingi Menteri Muda Keuangan Nasruddin Sumintapura. Kebijakan yang dikeluarkan untuk mendukung pengendalian inflasi dan memperkuat struktur perkreditan yaitu Paket Kebijakan Deregulasi di Bidang Moneter, Keuangan dan Perbankan (Pako 1988), Paket Maret 1989, dan Paket Januari 1990. Kebijakan ini malah menghasilkan ekspansi kredit perbankan yang berlebihan dan kurang selektif. Pada Maret 1991 Gebrakan Sumarlin II dikeluarkan. Gebrakan II ini mampu mengekang laju inflasi hingga secara berangsur-angsur turun menjadi 4,9% pada 1992.

(Feby Novalius)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya