JAKARTA - Pemerintah bakal mempercepat penyaluran kartu pra kerja sebagai salah satu cara untuk mengurangi dampak virus korona terhadap ekonomi negara. Kartu pra kerja ini semula direncanakan akan dimulai pada pertengahan tahun ini.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, percepatan realisasi kartu pra kerja ini sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo. Di mana Presiden Jokowi menginginkan agar kartu pra kerja di Maret 2020.
Baca juga: Sri Mulyani Sebut Defisit APBN Bisa Melebar Imbas Virus Korona
Nantinya, dengan kartu tersebut, para pencari kerja bakal mendapatkan pelatihan vokasi (skilling dan reskilling). Adapun anggaran untuk kartu pra kerja mencapai Rp10 triliun untuk 2 juta penerima.
"Ini berbagai upaya yang kita lakukan, di Menko (Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto) ada kartu pra kerja. Ada Rp 10 triliun untuk 2 juta potensi penerima yang akan mendapat kartu pra kerja untuk siap melakukan vocational training. Tadinya implementasi di pertengahan tahun, Presiden sudah menyampakan akan dilakukan di Maret," ujarnya dalam sebuah diskusi di Hotel Ritz Carlton SCBD, Jakarta, Rabu (26/2/2020).