Sementara itu, Staf Khusus Menteri Perindustrian, Amir Sambodo menyampaikan, Hannover Messe 2020 menjadi kesempatan baik bagi Indonesia sebagai ajang unjuk kemampuan (showcase) khususnya di sektor industri yang telah menerapkan teknologi canggih sesuai era industri 4.0. “Contohnya, industri-industri yang memakai teknologi digital dalam proses produksinya, baik itu yang menggunakan internet of things (IoT) atau 3D printing,” jelasnya.
Kemudian, menurutnya, Indonesia berpeluang menawarkan kepada para pelaku industri skala global yang hadir pada Hannover Messe 2020 untuk menanamkan modalnya di Tanah Air. “Sebab, selain punya keunggulan sumber daya alam, Indonesia juga memiliki kawasan yang kondusif untuk pengembangan industri 4.0,” paparnya.
Amir optimistis, dengan menjadi negara mitra resmi Hannover Messe 2020, Indonesia dan Jerman akan semakin menguatkan hubungan bilateral dan meningkatkan kerja sama di bidang investasi. “Kami ingin investasi Jerman berkontribusi memperdalam struktur industri di dalam negeri, seperti industri-industri komponen. Sektor lainnya yang kami harapkan adalah pengembangan energi terbarukan,” terangnya.
Saat ini, Jerman merupakan investor Eropa terbesar kedua di Indonesia dan merupakan bagian dari lima besar ekonomi di dunia. Menurut data BKPM, investasi Jerman di Indonesia pada 2019 sekitar USD189 juta yang tersebar pada di 533 proyek.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)