NEW YORK - Harga minyak naik lebih dari 4% karena harapan penurunan lebih dalam dalam output oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC). Selain itu, kenaikan harga karena stimulus dari bank sentral mengurangi kekhawatiran pada permintaan minyak imbas wabah virus korona.
Minyak mentah Brent LCOc1 berjangka naik USD2,23 atau 4,5% menjadi USD51,90 per barel. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS CLc1 berjangka naik USD1,99 atau 4,5% menjadi USD46,75 per barel.
Baca Juga: Jelang Rapat OPEC+, Rusia Beri Sinyal Batasi Pasokan
Dengan kekhawatiran wabah virus akan mengikis permintaan minyak, beberapa anggota OPEC sedang mempertimbangkan pengurangan produksi tambahan pada kuartal kedua. Di mana dalam proposal sebelumnya, pengurangan produksi tambahan sebesar 600.000 barel per hari.
Menteri Energi Rusia Alexander Novak mengatakan, Moskow sedang mengevaluasi proposal pengurangan produksi minyak lebih kecil dari yamg dibuat oleh OPEC +. Demikian dilansir dari Reuters, Selasa (3/3/2020).
Baca Juga: Harga Minyak Anjlok 5 Hari Beruntun Imbas Virus Korona
Produksi minyak OPEC turun pada Februari ke level terendah dalam lebih dari satu dasawarsa karena pasokan Libya runtuh akibat blokade pelabuhan dan ladang minyak dan Arab Saudi dan anggota Teluk lainnya mengalami keterlambatan pengiriman pada perjanjian pembatasan produksi baru.