Pemerintah Sudah Tarik Utang Rp115,5 Triliun

Giri Hartomo, Jurnalis
Rabu 18 Maret 2020 21:26 WIB
Uang Rupiah. Foto: Ilustrasi Shutterstock
Share :

JAKARTA - Kementerian Keuangan mencatat pembiayaan utang hingga Februari 2020 sebesar Rp115,5 triliun atau sebesar 32,8% dari target APBN yang sebesar Rp351,8 triliun. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, realisasi pembiayaan Utang yang mencapai Rp115,56 triliun terdiri dari realisasi Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp113,85 triliun atau 29,2% target APBN dan realisasi pinjaman sebesar Rp1,71 tirliun atau negatif 4,6% target APBN.

Baca Juga: Utang Pemerintah Tembus Rp4.817 Triliun di Awal Tahun

Secara lebih rinci, realisasi pinjaman berasal dari penarikan pinjaman luar negeri sebesar Rp7,54 triliun dan pembayaran cicilan pokok pinjaman luar negeri yang mencapai angka Rp5,83 triliun, sedangkan komponen pinjaman dalam negeri belum ada realisasi.

"Kita telah merealisasi pembiayaan Rp115,5 triliun atau 32,8% dari alokasi APBN," kata Sri Mulyani dalam paparan APBN Kita, Rabu (18/3/2020).

Menurut Sri Mulyani, penurunan pembiayaan utang khususnya terjadi pada pembiayaan utang lewat Surat Berharga Negara (SBN). Hal ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk menjaga kesinambungan fiskal APBN 2020.

Baca Juga: Sri Mulyani Akui Ekonomi Indonesia Tertekan karena Virus Korona

Sri Mulyani menambahkan pemenuhan kebutuhan pembiayaan melalui utang mempertimbangkan manajemen di awal tahun. Apalagi, selama sebulan terakhir ini situasi global maupun dalam negeri sedang tidak kondusif akibat wabah virus corona.

"Pemenuhan kebutuhan pembiayaan melalui utang akan dilakukan hati-hati, akan gunakan sisa anggaran lebih tahun sebelumnya untuk mengurangi kebutuhan kita penerbitan surat utang di pasar terutama dengan situasi sangat tidak positif di seminggu terakhir," jelasnya. .

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya