Menurut Sri Mulyani, penurunan pembiayaan utang khususnya terjadi pada pembiayaan utang lewat Surat Berharga Negara (SBN). Hal ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk menjaga kesinambungan fiskal APBN 2020.
Baca Juga: Sri Mulyani Akui Ekonomi Indonesia Tertekan karena Virus Korona
Sri Mulyani menambahkan pemenuhan kebutuhan pembiayaan melalui utang mempertimbangkan manajemen di awal tahun. Apalagi, selama sebulan terakhir ini situasi global maupun dalam negeri sedang tidak kondusif akibat wabah virus corona.
"Pemenuhan kebutuhan pembiayaan melalui utang akan dilakukan hati-hati, akan gunakan sisa anggaran lebih tahun sebelumnya untuk mengurangi kebutuhan kita penerbitan surat utang di pasar terutama dengan situasi sangat tidak positif di seminggu terakhir," jelasnya. .
(Kurniasih Miftakhul Jannah)