WASHINGTON - Gubernur California, Gavin Newsom, wajibkan 40 juta warganya untuk tinggal di rumah dan menutup berbagai tempat usaha yang non-essential atau tidak penting, sebagai upaya untuk meredam penyebaran virus corona.
Meskipun masyarakat setempat sudah banyak yang melakukan isolasi dengan sendirinya di rumah masing-masing, hal ini kembali menimbulkan kepanikan.
"Jadi yang tadinya orang ke supermarket seminggu sebelumnya itu udah penuh dan sebagainya udah mulai mereda, udah mulai agak normal, terus begitu ada pengumuman itu, jadi mereka langsung berasumsi bahwa benar-benar akan di lockdown, diisolasi, jadi mereka panik lagi," cerita Endah Redjeki, WNI di Pasadena, California mengutip VoA Indonesia, Jakarta, Selasa (24/3/2020).
Baca juga; Jika Berhasil Atasi Virus Corona, Trump Yakin Ekonomi Amerika Akan Meroket
Endah menambahkan, sekolah-sekolah di California pun juga sudah ditutup sejak minggu lalu. Para karyawan diminta untuk bekerja dari rumah dan para murid mendapatkan pengajaran melalui online.
Saat ini Endah Redjeki bekerja sebagai Dance Production Specialist di Santa Monica College, di Santa Monica, California. Sehari-harinya, Endah bertanggung jawab di bagian produksi pementasan dan berbagai acara lainnya. Semua acara yang telah dijadwalkan oleh kampus terpaksa dibatalkan, mengingat adanya larangan dan tidak ada kepastian kapan situasi ini akan berakhir.