JAKARTA - Mayoritas pelaku usaha dan pemeri kerja meminta pemerintah memberlakukan keringanan pajak, penundaan tagihan listrik, hingga penurunan suku bunga kredit pinjaman. Hal ini karena darurat virus corona belum dapat diprediksi kapan berakhirnya.
Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia Jemmy Kartiwa meminta, pemerintah merelaksasi pembiayaan industri tekstil agar arus kas perusahaan tidak macet.
Strategi itu disebut Jemmy vital untuk mencegah pemutusan hubungan kerja massal terhadap para pekerja mereka.
"Kami juga meminta stimulus modal kerja untuk tetap berproduksi sehingga tidak jadi PHK," ucapnya, dilansir dari BBC Indonesia, Rabu (25/3/2020).
Belum ada kebijakan khusus pemerintah untuk menjawab permintaan para pengusaha tersebut.
Sebelumnya dalam teleconference dengan gubernur seluruh Indonesia, Presiden Jokowi mengumumkan sejumlah strateginya menghadapi gelojak ekonomi akibat virus corona.