JAKARTA - Negara-negara di dunia terus berjuang menghadapi penurunan kondisi kesehatan dan ekonomi akibat virus corona. Data terakhir menyebutkan, lebih dari 1,5 juta orang di seluruh dunia tertular virus itu, dengan lebih dari 90.000 orang tewas.
Di Amerika, Departemen Tenaga Kerja melaporkan, 6,6 juta lagi pekerja mengajukan tunjangan pengangguran pekan lalu, sementara perusahaan dan bisnis tutup atau membatasi operasi. Dalam tiga pekan ini, hampir 17 juta pekerja atau sekitar 10 persen dari jumlah tenaga kerja di AS mengalami pemutusan hubungan kerja.
Baca Juga: Virus Corona, IMF Peringatkan Depresi Terburuk Sejak 1930
Di Eropa, para pejabat meminta orang tinggal di rumah dalam Pekan Suci bagi umat Kristen, yang biasanya diisi dengan ziarah dan berlibur.
Di Uganda, empat pejabat pemerintah ditangkap atas tuduhan menggelembungkan harga makanan bantuan. Menurut unit antikorupsi kantor presiden, keempatnya, termasuk pejabat tertinggi akuntansi pada kantor perdana menteri, dituduh menolak tawaran harga yang lebih rendah dari berbagai pemasok tepung jagung dan kacang.
Di Timur Tengah, koalisi pimpinan Arab Saudi yang sudah lima tahun menggempur pemberontak Houthi di Yaman, menyatakan gencatan senjata dua minggu mulai Kamis sebagai tanggapan atas seruan PBB bagi perdamaian sementara dunia berperang melawan penyebaran virus corona.