"Dalam perekrutan dalam arti Direksi, Komisaris, kita mau terbuka dan ada penilaiannya. Kalau perlu setiap tahun boleh di-review selama KPI jadi tidak personal. Kita lakukan itu nanti," ungkap dia.
Baca juga: Erick Thohir Usung Tagline Baru: BUMN untuk Indonesia
Dia juga berharap dengan sistem itu semua lembaga terbuka dan tidak ada lagi window dressing, yaitu istilah memperbaiki laporan keuangan dengan berbagai cara. Misalnya memaksimalkan pencatatan penghasilan walaupun masih piutang.
"Saat ini kelihatan yang window dressing itu nggak ada cash-nya. Terbukti kalau utang mulai jatuh tempo nggak bisa terbayar. Nah itu kelihatan di situ. Oleh karena itu nanti ada sistem terbuka," tandas dia.
(Fakhri Rezy)