Pagu sebesar Rp1 juta dapat digunakan oleh peserta dengan memilih berbagai program pelatihan yang tersedia di platform digital.
Insentif tunai akan diberikan usai menyelesaikan pelatihan pertamanya. Insentif ini ada dua jenis. Insentif pertama sebesar Rp600 ribu per bulan yang akan diberikan selama empat bulan melalui rekening bank atau e-wallet seperti OVO, Linkaja, dan Gopay peserta yang telah didaftarkan pada akun prakerja di awal.
Kedua, insentif survei kebekerjaan sebesar Rp50.000 per survei, di mana survei akan diadakan selama tiga kali.
Untuk program pelatihan dan pemberian pagu bantuan selama wabah COVID-19 akan diberikan melalui beberapa platform digital.
Saat ini yang sudah bekerja sama dengan program kartu Prakerja adalah Tokopedia, Bukalapak, Skill Academy by Ruangguru, MauBelajarApa, HarukaEdu, Pijar Mahir, Sekolah.mu, dan Sisnaker.
Peserta bisa memilih beragam jenis pelatihan, dari keterampilan teknis sampai cara memulai dan membangun usaha. Pelatihan antara lain cara berjualan secara online, menjadi fotografer, menguasai aplikasi komputer, kursus bahasa, keterampilan perawatan kecantikan, menjadi pelatih kebugaran, cara mendapatkan penghasilan dari media sosial, dan lain-lain.
Pengamat ekonomi Indef Bhima Yudhistira menilai program ini kurang efektif karena program yang akan menghabiskan yang sebesar Rp20 triliun ini tidak serta merta bisa langsung dinikmati masyarakat.
"Banyak yang tidak relevan dari kartu pra-kerja di saat krisis covid-19," kata Bhima kepada Okezone.