Data terakhir tercatat pada bulan April sampai dengan tanggal 15 hanya berkisar 5 ribu penumpang/hari, atau turun sebesar 94,11% dibanding Januari 2020. Hal yang tidak berbeda terjadi pada moda transportasi KRL.
"Pada bulan Januari 2020 lalu, KRL setiap harinya masih melayani sebanyak kurang lebih 859 ribu orang. Pada bulan Maret, jumlahnya turun sebesar 30,38% menjadi sekitar 598 ribu orang per hari. Adapun untuk bulan April 2020 sampai dengan tanggal 15, terjadi penurunan penumpang yaitu hanya sebanyak 183 ribu orang per hari atau turun 78,69% dibanding kondisi normal Januari 2020," kata dia.
Untuk LRT Jakarta yang pada masa normal Januari 2020 melayani penumpang sekitar 3.800 orang per harinya, mengalami penurunan sebesar 47,36% pada bulan Maret 2020 menjadi hanya mengangkut sekitar 2 ribu orang per hari.
Baca Juga: Dishub Se-Jabodetabek Sepakat Aturan Transportasi Selama PSBB
"Pada bulan April ini sampai dengan tanggal 15 jumlah penumpang LRT Jakarta tinggal sekitar 264 orang per hari atau turun 93,05% dibanding kondisi normal Januari 2020," jelas dia.
Sampai dengan saat ini belum diperoleh data volume penumpang angkutan umum di luar DKI Jakarta dalam wilayah Jabodetabek. Namun dengan adanya pengurangan jumlah penumpang angkutan umum massal tersebut dengan sendirinya juga akan mengurangi jumlah penumpang-yang diangkut oleh feeder-feeder di masing-masing wilayah.
"Dalam beberapa waktu terakhir kami sangat intensif melakukan rapat koordinasi dengan Dishub Se-Jabodetabek, dan hasil pantauan lapangan mereka, pengguna angkutan umum cenderung menurun," terang Polana.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)