Baca juga: Kartu Prakerja, Program Prematur yang Tidak Efektif Selesaikan Masalah PHK
Sebelumnya, Program Prakerja saat ini masuk dalam tahap pendaftaran gelombang dua. Program yang didesain untuk mereka yang terkena PHK ini dinilai kurang tepat karena tidak menjawab kebutuhan.
Menurut Mohammad Faisal Ekonom CORE, instrumen yang terdapat di dalam Program Prakerja tidak relevan dengan kebutuhan korban PHK. "Misalnya komponen biaya survei, itu tidak relevan. Semestinya diubah, gunakan komponen itu untuk membantu misalkan langsung kepada bantuan uang untuk korban PHK," ujarnya kepada Okezone.
Dia menegaskan, saat ini pengangguran terjadi bukan karena kurangnya skill melainkan turunnya permintaan barang dan jasa. Sehingga industri tidak memiliki kemampuan untuk melakukan pembiayaan terhadap pegawai atau buruh, mereka juga mengurangi produksi.
(Fakhri Rezy)