JAKARTA - Stok beras Indonesia diperkirakan mencapai 29 juta ton. Dengan stok yang ada, kebutuhan pangan sebanyak 2,5 juta ton per bulan.
Menurut Dewan Pembina Institut Agroekologi Indonesia (Inagri) Ahmad Yakub, jumlah tersebut belum termasuk stok Bulog dan beras di pedagang, serta lumbung masyarakat sekitar 3,5 juta ton.
"Untuk beras jangka pendek ini, kita surplus paling tidak 6,8 juta ton dari panen saat ini yang 29 juta ton gabah kering giling. Atau dikonversi menjadi beras kurang lebih 17 juta ton," jelas Ahmad Yakub.
Meski demikian, dirinya menyarankan Presiden Joko Widodo agar membentuk Badan Pangan Nasional untuk menyikapi gejolak harga pangan dan data pangan di tengah wabah corona.
Badan ini bisa berada di bawah presiden langsung yang dapat mengkoordinir dan menyusun kebijakan pangan dari hulu hingga hilir.
Baca Selengkapnya: Tenang, Pasokan Beras Cukup Sampai Akhir Tahun
(Feby Novalius)