JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat mengatakan adanya defisit pasokan beras di 7 Provinsi. Padahal, beras dinilai masih cukup di seluruh Indonesia.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Statistik Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan, Badan Pusat Statistik (BPS), Kadarmanto menyatakan data tersebut merupakan data bulanan BPS. Di mana juga digunakan Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan.
Baca juga: Tambah Pasokan Beras, Jokowi Minta BUMN Buka Sawah Baru
"Sebetulnya data yang minus itu ketersediaan. Kami di BPS hanya menyampaikan produksi bulanan. Nah yang ketersediaan itu mungkin digunakan BKP. Tapi kalau data kita selalu disampaikan ke Pusdatin. Jadi persoalan data kami dipakai siapa wewenang Pusdatin Kementan," katanya dalam keterangan tertulis, Jakarta, Minggu (3/5/2020).