Dana Rp10,8 Triliun Gagal 'Pulang Kampung' karena Larangan Mudik

Giri Hartomo, Jurnalis
Selasa 19 Mei 2020 04:07 WIB
Uang Rupiah. Foto: Ilustrasi Shutterstock
Share :

JAKARTA - Ketua Umum DPD Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (Hippi) DKI Jakarta Sarman Simanjorang mengatakan, momen perputaran uang paling besar di Indonesia saat Lebaran pun terancam tidak mengalir karena pandemi virus corona.

Alasan penurunan peredaran uang atau kebutuhan uang kartal masa Idul Fitri tahun ini yaitu pertama, sumber pendapatan masyarakat menurun akibat kebijakan Work From Home dan PSBB.

Pada kondisi normal, aliran uang dari kota ke daerah tujuan mudik saat puncak Idul Fitri selalu naik dari tahun ke tahun. Jika dalam kondisi normal, uang yang mengalir ke daerah tujuan mudik pada tahun ini diperkirakan sebesar Rp10,8 triliun naik 13,7% dari 2019 sebesar Rp9,5 triliun.

Asumsi Rp10,8 triliun ini dihitung dari jumlah pemudik dari tahun ke tahun juga mengalami kenaikan dalam 4 tahun terakhir. Jika tidak ada Covid 19 maka diperkirakan jumlah pemudik dari Jabodetabek ke berbagai daerah tujuan mudik diperkirakan mencapai 7.640.288 jiwa atau setara 2.546.763 keluarga.

Baca Selengkapnya: Mudik Dilarang, Rp10,8 Triliun Uang dari Kota Tidak Berputar ke Daerah

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya